Home Pemerintahan 3 Hari Kerja Pasca Penetapan Hasil Penghitungan, Tercatat 97 Permohonan Perkara di MK

3 Hari Kerja Pasca Penetapan Hasil Penghitungan, Tercatat 97 Permohonan Perkara di MK

315
0
SHARE
3 Hari Kerja Pasca Penetapan Hasil Penghitungan, Tercatat 97 Permohonan Perkara di MK

Sejak hari kerja hari ini (21 Desember 2020) berakhir pukul 16.00 WIB, tercatat ada 97 permohonan perkara Pilkada 2020 yang terdaftar di Mahkamah Konstitusi.

Dari Sulawesi Selatan, permohonan perkara diajukan oleh Pemohon H. Askar HL., SE dan Arum Spink, S.HI (Paslon No. Urut 2) dengan Kuasa Pemohon antara lain Jusman S., SH, Mappinawang, Migdal Eder Tupalangi, dll., untuk perselisihan hasil pemilihan (PHP) Kabupaten Bulukumba.

Untuk PHP Pilkada Pangkajene dan Kepulauan, pemohon adalah Paslon Momor Urut 2, Drs. H. Abd. Rahman Assagaf, M.I.Kom dan Ir. Muammar Muhayang, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng dengan Kuasa Pemohon Rafli Fatahuddin Syamsuri, Arsi Divinubun, SH., dan Gatot Rusbal.

Untuk PHP Pilkada Luwu Timur, pemohon adalah Paslon nomor urut 2, Irwan Bachri, ST dan Andi Muh. Rio Patiwiri, SH., M.Kn dengan Kuasa Pemohon Muh. Ikbal dan Hendra Firmansyah.

Untuk PHP Pilkada Kabupaten Barru, pendaftaran dilakukan oleh dua pihak, dimana pemohon pertama adalah Calon Wabup A. Salahuddin Rum yang berpasangan dengan Malkan Amin (almarhum) sebagai Paslon nomor urut 3 dengan Kuasa Pemohon Ahmad Marsuki, Hermawan Rahim, Andi Jaya Adiputra, dll. (APPP Nomor: 92/PAN.MK/AP3/12/2020), sedangkan pemohon kedua adalah Paslon nomor urut 1, Mudassir Hasri Gani, S.Psi dan Dr. Aksah Kasim, SH., MH dengan kuasa Pemohon Heru Widodo (APPP No: 95/PAN.MK/AP3/12/2020).

Untuk Pilkada Kepulauan Selayar, Selayar Today (ST) melakukan wawancara dengan Rakhmat Zaenal (RZ), Sekretaris Rumah Pemenangan BAS.

ST : Bagaimana pendapat Bapak mengenai kemungkinan adanya gugatan terhadap hasil pemilihan ini?

RZ : PHP adalah sesuatu yang dijamin undang-undang. Karena itu, sejak sebelum memasuki masa kampanye, tim hukum BAS sudah mempersiapkan segala sesuatunya jika pada saatnya harus menjadi pemohon, termohon ataupun pihak terkait.

ST : Apakah ada informasi mengenai akan adanya gugatan ke MK?

RZ : Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi tentang hal itu. Menjelang shalat Isya tadi, kami masih membuka daftar permohonan perkara Pilkada Serentak Tahun 2020, dan dari 97 pihak yang mendaftar, kami belum melihat adanya pihak yang mengajukan permohonan perkara mengenai PHP Pilkada Kepulauan Selayar.

ST : Ada batasan waktu 3 hari untuk mendaftarkan perkara ke MK pasca penetapan hasil. Bagaimana bila di hari terakhir ada yang mendaftar?

RZ : Sesuai yang kami fahami, 3 hari itu berakhir di hari kerja hari ini, Senin, 21 Desember. Pada awalnya kami berfikir bahwa 3 hari kerja itu berakhir di Selasa, 22 Desember, sebagaimana diumumkan oleh salah seorang Komisioner pasca Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara. Tapi setelah berkonsultasi ulang ke KPU yang juga telah berkonsultasi ke Mahkamah Konstirusi, hari penetapan hasil yaitu Kamis, 17 Desember sudah dihitung 1 hari kerja, karena setelah penetapan di jam 10.05 WITA masih ada jam kerja MK hingga jam 16.00 WIB. Jum’at hari kedua, dan Senin hari ketiga hingga pukul 16.00.

ST : Jadi bisa dikatakan tidak ada gugatan?

RZ : Kalau mengacu ke 3 hari kerja ini, tentu sudah berakhir untuk waktu pendaftaran perkara terhadap hasil pemilihan.

ST : Apakah ada kemungkinan adanya gugatan lain yang tidak mengacu ke hasil pemilihan?

RZ : Tentu kita harus menghargai selama itu diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tapi sebaiknya pertanyaan ini diajukan kepada pihak yang memiliki kemungkinan untuk mendaftarkan gugatan. Bagi BAS yang sudah ditetapkan oleh KPU sebagai peraih suara terbanyak dalam rapat pleno, sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk dokumen pendukung, baik sebagai termohon ataupun sebagai pihak terkait. Kita nikmati saja proses ini. Apapun yang terjadi, tentu KPU dan Bawaslu akan terus bekerja secara profesional dalam mengawal setiap tahapan Pilkada ini sesuai peraturan yang ada. Santai sajalah.