Home Pemerintahan Dukungan Ke BAS Dilihat Dari Kinerja Pemerintahan

Dukungan Ke BAS Dilihat Dari Kinerja Pemerintahan

34
0
SHARE
Dukungan Ke BAS Dilihat Dari Kinerja Pemerintahan

Mencermati dukungan yang terus mengalir ke Paslon Muh. Basli Ali – H. Saiful Arif, antara lain dari permintaan kampanye dari berbagai elemen masyarakat, terus bergabungnya berbagai elemen masyarakat untuk menjadi Tim Pemenangan / Relawan, antusiasme masyarakat yang ingin menghadiri kampanye walau dibatasi hingga 50 orang, kesaksian masyarakat mengenai alasan memilih BAS, harapan masyarakat kepada Paslon BAS saat dialog seusai kampanye, tentu menarik untuk dicermati.

Dari Index Kepuasan Masyarakat berdasarkan riset Lembaga Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan (P2KP) Universitas Hasanuddin, yang 82,48 % pada 2016 kemudian menjadi 86,87 % pada 2018 – survey 2019 tertunda karena Covid-19, menunjukkan bahwa kepuasan ini menjadi salah satu alasan bagi sebagian besar masyarakat untuk mempertahankan pemerintahan saat ini.

Hal ini sejalan dengan hasil survey yang dilakukan oleh 3 lembaga survey. Survey pada bulan Januari 2020 oleh Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang antara lain memotret tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pemerintahan, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 66 % (Baik), 24 % (Sedang).

Tidak berlebihan kalau dalam survey ini, 65 % masyarakat Kepulauan Selayar menginginkan Incumbent Kembali.

Ini juga sejalan dengan potret Kinerja Pemerintahan yang terpotret pada Agustus 2020 Oleh Charta Politica, dimana hasilnya 55,3 % Cukup Puas, 19,3 % Sangat Puas, yang kalau diakumulasikan mencapai 74,6 %.

Sedangkan survey yang dilakukan oleh Script Survey Indonesia (SSI) pada bulan September 2020, juga memperlihatkan bahwa 60,68 % Puas terhadap Kinerja Pemerintahan, antara lain Puas terhadap Pelayanan Publik yang mencapai 85,12 %, Pendidikan 78,78 %, Kesehatan 81,95 %, dll.

Dengan gemuruhnya teriakan BAS menang, sikalipa, lanjutkan, dll. di setiap kampanye BAS, tentu antara lain karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Dan dengan melihat waktu yang tinggal sebulan, tidak akan terjadi perubahan dukungan yang signifikan terhadap Paslon, kecuali pengaruh dari mereka yang belum menentukan pilihan yang tentunya diperebutkan oleh kedua Paslon.

Dari angka-angka ini – terutama kalau melihat tingkat kepuasan masyarakat yang dipotret sejak Januari hingga September, serta melihat kontribusi dukungan dari pasangannya, tentu kita sudah bisa memprediksi siapa yang akan memenangkan Pilkada Kepulauan Selayar kali ini.