Home Pemerintahan Wawancara: Pengaruh Dukungan Prof. Akbar Silo ke BAS

Wawancara: Pengaruh Dukungan Prof. Akbar Silo ke BAS

144
0
SHARE
Wawancara: Pengaruh Dukungan Prof. Akbar Silo ke BAS

Pasca Ngopi Bareng komunitas Forsa for BAS dengan Pasangan Calon No. Urut 2, Anggota DPR RI Muh. Rapsel Ali dan Prof. Akbar Silo, dimana Pak Prof. – begitu ia biasa dipanggil, mendeklarasikan diri mendukung Pasangan Calon Muh. Basli Ali – Saiful Arif (BAS), tentu berpengaruh pada peta kekuatan di Pilkada Kepulauan Selayar.

Sejauh mana pengaruh dukungan Prof. Akbar Silo kepada BAS, Selayar ToDay (ST) melakukan wawancara dengan Rakhmat Zaenal (RZ), Sekretaris Rumah Pemenangan BAS.

ST : Pasca pernyataan pak Prof., bagaimana tanggapan Bapak?

RZ : Pertama, tentu harus disyukuri bahwa sosok sekelas Pak Prof. yang melihat kelebihan BAS dalam membawa Kepulauan Selayar ke arah yang lebih baik sehingga harus dan mesti didukung. Kedua, dari sisi peta kekuatan, tentu memberikan dampak positif.

ST : Bisa dijelaskan lebih detail Pak?

RZ : Pertama, dari sisi dukungan Pak Prof., sebagai akademisi, tentu memiliki perhitungan yang rasionil dan terukur, dan sebagaimana kita dengar bersama dari pernyataan beliau di Ngopi Bareng itu, beliau menuangkannya dalam grafis yang menjadi dasar keputusannya tersebut. Saya melihatnya sangat terukur, dan tentu kita patut memberi apresiasi. Kedua, kalau kita melihat elektabilitas dari Pak Prof. hal itu juga menunjukkan trend yang sangat positif dengan bergabungnya beliau ke BAS.

ST : Trend positif seperti apa Pak?

RZ : Munculnya Pak Prof. dan melakukan sosialisasi, telah menunjukkan fenomena yang menarik. Hanya dalam waktu singkat, sesuai dengan survey SMRC di Januari, Pak Prof. langsung menduduki posisi kedua di bawah Pak Muh. Basli Ali dari sisi Top of Mind di masyarakat, mengungguli nama-nama lain yang beredar di masyarakat sebagai bakal calon di Pilkada 2020. Dan dalam simulasi dengan 3 nama Bakal Calon Bupati di bulan yang sama, Pak. Prof juga menempati urutan kedua di bawah Pak Basli. Begitupun dalam simulasi dengan 2 nama, terjadi tend peningkatan dari sisi elektabilitas.

ST : Bagaimana dengan kondisi saat ini?

RZ : Dari pemetaan kecenderungan pemilih di Agustus 2020 oleh Charta Politica, tingkat pengenalan dan kesukaan masyarakat kepada beliau sebagai Bakal Calon Bupati masih menempati urutan kedua di bawah Pak Basli. Elektabilitas beliapun berada di urutan kedua setelah Pak Basli.

ST : Bisa dijabarkan sedikit lebih detail mengenai dampak dukungan itu?

RZ : Kami disekretariat tidak bisa menyampaikan dengan detail dampak dukungan itu dalam bentuk angka-angka. Tapi secara sederhana bisa saya gambarkan, bahwa tokoh-tokoh inti dari Pasmo Daeng telah bergabung bersama gerbong dan jaringannya. Harus diakui, dari data yang kami miliki, beliau telah sangat serius menyiapkan diri untuk maju sebagai Calon Bupati, dan itu antara lain bisa dilihat dari struktur kepengurusan tim mulai dari Kabupaten, Kecamatan hinga Desa yang telah terbentuk. Sebagian besar dari struktur ini telah berjuang bersama tim BAS, tentu atas arahan dari beliau. Data kami melalui pemetaan gerakan di lapangan sudah memotret hal itu.

ST : Sebagian besar saja, dan bukan seluruhnya?

RZ : Dalam proses dan kerja-kerja politik, semua memiliki pertimbangan dan kecenderungan, yang bisa subjektif, dan juga bisa objektif. Tidak bisa dipungkiri, bahwa tentu ada yang mencari ruang ekspresi dan ruang untuk aktualisasi diri yang pas untuk dirinya. Satu hal yang sangat lumrah, apalagi ketika kita berbicara dalam konteks tim sebagai zoon politicon. Hirarki Maslow sedikit banyaknya bisa memberikan gambaran tentang kecenderungan itu.

ST : Maksudnya, hal itu tidak perlu dikhawatirkan?

RZ : Tentu tidak. Yang kita butuhkan adalah komitmen, arahan dan suvervisi dari Pak Prof. atas semua struktur yang dimiliki untuk bergerak bersama memenangkan BAS. Dan itu sudah kami lihat di lapangan, tinggal bagaimana sinerjitas itu bisa lebih dimaksimalkan. Kalaupun ada yang mendukung calon lain, kita juga sudah hitung kapasitas dan daya serap suaranya.

ST : Bagaimana Bapak menggambarkan bergabungnya Pak Prof. ke BAS?

RZ : Pak Prof. adalah akademisi yang tentu tidak hanya membuat kalkulasi rasionil yang terukur terhadap pilihan dan dukungannya, misalnya berdasarkan kinerja dan rencana programnya. Sebagai akademisi yang mencetak generasi penerus bangsa, tentu beliau juga memiliki pertimbangan lain kenapa mendukung BAS, misalnya karakter, kapasitas, dan kapabilitas calon yang dipilihnya. Dukungan Pak Prof secara tidak langsung menjadi pengakuan atas semua itu. Dukungan Pak Prof. menjadi legalisasi bahwa BAS adalah pilihan yang tepat.

ST : Secara jangka panjang, bagaimana dampak dukungan itu terhadap pembangunan di Kepulauan Selayar?

RZ : Pada saat Ngopi Bareng, saya sudah menyampaikan, bahwa dengan melihat latar belakang semua yang hadir, saya sudah melihat Kepulauan Selayar yang maju di masa depan. Hadir saat itu – selain Paslon, juga anggota DPRD partai Pengusung dan Pendukung, anggota DPR RI, akademisi, pelaku bisnis, tokoh masyarakat, media, pendukung dan simpatisan, dll. Dari yang hadir telah tergambar sinerjitas eksekutif dan legislatif, akademisi, dunia usaha, kekuatan jaringan hingga ke pemerintah pusat, dukungan masyarakat dan komunitas, dst. Kalau melihat elemen berkemajuan yang agresif - model Pentahelix misalnya, seperti yang pernah dipopulerkan oleh Menpar Arif Yahya, semua elemen itu ada di BAS; Akademisi (Academician), Bisnis (Business), Masyarakat (Community), Pemerintah (Government), dan Media. Semua sudah seiring sejalan. Dan itu menjadi modal BAS untuk membawa Kepulauan Selayar menjadi lebih maju dan sejahtera.

ST : Terima kasih.